Laman

Monday, August 11, 2014

Cara dan Kiat Mudah Sholat Khusyu

Cara dan Kiat Mudah Sholat Khusyu’
Dalam shalat, kita dituntut untuk mendirikannya dengan khusyu’. Sebab dengan khusyu dalam shalat, amal ibadah kita akan diterima oleh Allah SWT, terhapus dosa-dosa kita, dan segala perilaku dan ucapan kita terjaga dari kemungkaran dan kefasikan.
Khusyu' juga menjadi bukti keikhlasan. Karena hanya mereka yang ikhlas ibadah karena Allah dan sholat karenaNya yang dapat melakukan khusyu' secara sempurna. Tanpa keikhlasan, maka seseorang hanya melakukan kekhusyu'an palsu atau yang sering disebut kekhusyu'an dusta.
Baca artikel sebelumnya tentang Nikmatnyashalat khusyu’

Lalu bagaimana caranya agar mudah khusyu dalam shalat?
Pertama: Menghadirkan Hati.
Menghadirkan hati maksudnya adalah disaat kita sedang sholat maka saat itu sedang bermunajat, sedang berdiri berhadapan langsung dengan Sang Maha Kuasa, berdialog tanpa batas apapun. Maka dalam keadaan seperti itu yakinlah bahwa Allah sedang melihat, memperhatikan dan mengawasi gerak-gerik sholat kita. Benarkah sholat kita, dengan bacaan yang benar atau penuh dengan kesalahan dan lain sebagainya.
Maka alangkah bodohnya kita, jika kita sedang berhadapan langsung seperti itu, kita tidak merasa takut, atau bergetar dengan keberadaanNya dihadapan kita.
Kedua: Anggap saat itu adalah sholat yang terakhir.
Agar semakin khusyu’ anggaplah bahwa sholat tersebut sholat yang terakhir kali kita lakukan, karena bisa jadi usai shalat Allah mencabut nyawa kita. atau bayangkan, disaat kita sedang mengambil wudhu tiba-tiba datang malaikat maut menghampiri kita dan mengabarkan kita, bahwa usai sholat nanti dia akan mencabut nyawa kita. Subhanallah… bagaimanaka shalat kita saat itu? Shalat dengan penuh kekhusyuan atau shalat dengan main-main? Tentu kita akan sholat dengan sekhusyu’-khusyu’nya.
Ketiga: Tuma’ninah dan tidak tergesa-gesa dalam shalat.
Tuma’ninah atau keadaan tenang dan juga tidak tergesa-gesa juga merupakan cara agar shalat kita khusyu’. Sebab dengan ketenangan kita akan bisa focus dengan bacaan dan juga gerakan dalam shalat. Oleh karena itu, sebelum kita bertakbir memulai shalat, lebih dulu kita tinggalkan segala perkara duniawi, bisa jadi disaat kita sedang shalat, namun kita tergesar-gesa karena memikirkan masalah dunia (masakan, makanan, hp facebook dll) yang bisa merusak kekhusyukan kita dalam shalat.
Keempat: Tadabbur ayat-ayat  dan dzikir-dzikir yang dibaca dalam shalat
Cara keempat ini sangat penting untuk kita latih dan diterapkan saat shalat. Karena dengan mentadabburi ayat dan dzikir yang kita baca, maka kita akan semakin mudah untuk menggapai kekhusyuan dalam shalat. Banyak sekali orang yang hafal bacaan sholat, namun sangat sedikit sekali yang faham dan mengerti bacaan tersebut.
Silahkan menghafal bacaan shalat, tapi lebih baiknya lagi kita mampu meresapi maknanya. Sehingga pemahaman makna akan menambah ketenangan jiwa dan akan memberi dampak baik disaat sedang shalat atau disaat kita membaca surat lainnya dalam al Quran.
Kelima: Tartil dan memperbagus suara dalam membaca Al Quran.
Allah SWT memerintahkan kita untuk tartil disaat membaca Al Quran, terlebih lagi bacaan tersebut kita baca diwaktu shalat. Begitu juga kita dianjurkan untuk memperindah suara kita agar imam maupun makmum dalam shalat jamaah bisa tenang dan akhirnya mendapatkan kekhusyuan. Sebaliknya, jika kita tergesa dalam membaca atau tidak tartil, dari segi suara bacaan juga ‘disayangkan’. Maka hal tersebut tidak membuat kita khusyu’ namun malah mengganggu dalam shalat.
Keenam: Arahkan pandangan hanya ditempat sujud, dan tidak memalingkan kelainnya
Janganlah kita mengarahkan pandangan kita selain ke tempat sujud, sebab hal tersebut akan mengganggu kekhusyukan kita dalam shalat. Bahkan terdapat larangan dalam hadits untuk melihat ke atas disaat kita shalat, begitu juga memalingkan seluruh atau sebagian badan kita karena bisa membatalkan shalat kita, lantaran telah merubah qiblat disaat sedang shalat.
Ketujuh: Hindari segala hal yang bisa menyibukkan saat sedang shalat.
Seperti penggunaan alat-alat elektronik (handphone, tv, , penggunaan pakaian yang kurang pas, serta hal-hal lainnya yang bisa mengganggu kita dalam shalat. Maka hal-hal tersebut harus kita hindari agar shalat kita senantiasa terjaga dan tidak merusak kekhusyukan disaat sedang shalat.
Demikianlah beberapa kiat dan cara agar kita mudah khusyu dalam shalat. Dengan menerapkan kiat-kiat diatas, kami berharap semoga shalat kita senantiasa memberi pengaruh yang baik dalam kehidupan kita sehari-hari.
Baca Selengkapnya »»  

Cara Agar Sholat Menjadi Khusyuk

Assalamu alaikum w.w.

Bagaimana caranya agar kita bisa KHUSYUK DLM SHOLAT ?....Sebenarnya ada banyak cara. Tapi cara termudah adalah:  Membersihkan dahulu hati dan fikiran dari pengaruh godaan syetan. Karena sering kali  hati dan fikiran kita tdk terfokus mengigat Allah ketika dlm sholat.

Caranya: Perbanyaklah melakukan amalan sunnah setiap hari secara rutin. Karena dengan melakukan amalan-amalan sunnah setiap hari, maka hati, badan dan fikiran kita akan bersih dari pengaruh syetan-syetan dan penyakit hati. Ibarat mandi gitu loh. Kalau tiap hari kan badan jadi bersih selalu.Tapi kalau jarang mandi badan jadi kotor dan baauuu. Begitu juga hati. Ia akan selalu bersih Apabila kotoran-kotorannya selalu dibuang dgn cara beramal sholeh.

Kita ambil saja contoh suatu amalan yg paling bagus khasiatnya untuk mengusir syetan atau penyakit hati, yaitu:

1.SHOLAT MALAM atau TAHAJJUD
Jika kita mengamalkannya dalam tiga hari berturut-turut. Maka 1 sampai 2 hari kedepan sesudahnya kita akan merasakan ketenangannya. (Surat: Ar-ra'd ayat 28 & Al-fath ayat 4). Bukan cuma ketenangan dlm hati, tp juga dlm fikiran  ketika kita sedang melakukan sholat, baik sholat fardhu maupun sunnah. Dari mulai niat,  takbiratul ihrom sampai salam, dijamin tidak ada fikiran-fikiran yg mengganggu alias khusyuk dan tenang. Karena pengaruh yg mengganggu hati & fikiran ketika kita sedang sholat itu sesungguhnya adalah syetan.

2. Itikaf
Ini adalah contoh mudahnya .Cobalah setelah selesai sholat Maghrib berjamaah di masjid, anda lakukan zikir tanpa henti atau membaca Al-Quran juga boleh (I'tikaf) sampai masuk waktu Isya. Lalu ketika anda memulai sholat Isya, pasti anda akan merasakan perubahan berupa  ketenangan (kekhusyukannya). Fikiran-fikiran yg mengganggu ketika dlm sholat menjadi hilang total spt dlm keheningan. Hati yg mungkin sebelumnya emosi atau menggerutu menjadi ikhlas krn Allah. Saat itulah anda bisa fokus mengingat Allah.

3. Banyak berdzikir & Baca Quran
Inilah contoh yg lebih mudahnya lagi. Cobalah setelah sholat fardhu anda membiasakan diri dgn berzikir Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar, masing-masing 33x ditutup dgn lailahaillallahu-wahdahu-laa syarikalahu-dst (sesuai sunnahnya) ditambah baca Quran sehabis maghrib.Amalan ini haruslah rutin dilakukan tiap hari. Setelah anda mengamalkannya, dijamin tdk ada fikiran-fikiran yg mengganggu (khusyuk) ketika anda sedang sholat.

Hanya pembuktianlah yg nantinya membuat anda tahu akan hasilnya. Semakin banyak amalan sunnahnya, maka semakin menambah kekhusyukannya. Untuk lebih jelasnya mengenai syetan yg mempengaruhi fikiran dan hati manusia, silahkan dibuka link di bawah ini, lalu dibaca artikelnya dan diamalkan. http://dokter-penyakit-hati.blogspot.com/2010/08/obat-hati.html
Baca Selengkapnya »»  

Friday, July 11, 2014

Zakat Emas Mahar


Assalamualaikum Warahmatullahi wabarokatuh.
Ustad, saya mau bertanya bagaimana cara perhitungan zakat maal, jika calon suami saya bulan lalu telah membeli emas sebesar 25 gram yang akan digunakan sebagai mahar pada pernikahan kami pada bulan september 2014? Walaikumsalam Warahmatullahi wabarokatuh. Regards, Sheilla

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d:
Terkait dengan emas atau perhiasan, maka ia baru terkena zakat jika memenuhi kriteria berikut:

1. Nisab 85 gr, haul 1 tahun,kadar zakatnya 2,5 %
2. Emas yang tidak dipakai wajib di zakatkan
3. Emas yang dipakai secara wajar dan tidak berlebihan tidak
wajib dizakatkan
Dengan kata lain, apabila emas tersebut sudah dimiliki selama setahun lalu jumlahnya mencapai 85 gram emas di mana ia merupakan simpanan; bukan yang dipakai secara wajar, maka wajib dizakati senilai 2,5%.
Nah, karena emas yang dimiliki calon suami Anda hanya 25 gram, apalagi baru dimiliki selama sebulan, maka belum memenuhi kriteria untuk dizakati.
Wallahu a'lam.
Wassalamu alaikum wr.wb.

Sumber : syariahonline.com 
Baca Selengkapnya »»  

Thursday, July 10, 2014

Dana Zakat Untuk Modal Usaha



Assalamualaikum Wr.,Wb.
Ustad mohon bimbingannya, kami (Warga perum ciomas permai Rt2/13 Bogor) memiliki usaha yaitu toko amal yang seluruh keuntungan didonasikan untuk anak yatim piatu,  janda dan membantu pondok pesantren. Modal kami dari infaq sodaqoh, niat kami hanya semata-mata mencari cara mendapatkan tambahan dana untuk menyantuni anak yatim piatu, janda dan insyaAllah bisa membantu sedikit untuk pondok pesantren disekitar rumah, yang ingin kami tanyakan adalah
1. Kami juga menerima titipan amanah zakat penghasilan 2,5%, apakah dana ini bisa kami gunakan sebagai modal ?
2. apakah zakat penghasilan 2,5 % bisa kami salurkan untuk anak yatim piatu & janda karena sepengetahuan kami (mohon bimbingannya karena kami masih tahap belajar) yang berhak atas zakat ini hanya 8 ashnaf yang didalamnya tidak dijelaskan secara gamblang terdapat anak yatim piatu dan janda?
3. keuntungan dari toko amal kami seluruhnya didonasikan untuk anak yatim piatu, janda dan membantu pesantren, apakah ini tidak menyalahi aturan agama?
Perlu diketahui modal yang kami gunakan dianggap sebagai pinjaman yang harus dikembalikan walaupun kami kembalikan secara bertahap.
Wassalamualaikum Wr, Wb.


Assalamu alaikum wr.wbBismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbih ajmain. Amma ba'du:

Pertama-tama, adan ya unit usaha yang berasal dari infak dan sedekah untuk membantu pemberian santunan kepada yatim dan dhuafa adalah amal yang sangat baik. Dengan demikian, bantuan atau santunan untuk mereka tidak selalu mengandalkan dari pemberian orang; tetapi juga dari keuntungan usaha tersebut.

Kedua, perlu diketahui bahwa penyaluran zakat harus sesuai dengan petunjuk yang telah Allah berikan,
"Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana". [QS. at-Taubah (9): 60]

Kedelapan golongan di atas merupakan mustahiq yang berhak untuk menerima zakat. Karena itu, dana zakat (termasuk zakat penghasilan) tidak bisa dijadikan modal usaha. Tetapi harus diberikan kepada mereka yang termasuk dalam delapan golongan tersebut. Kalaupun ingin dijadikan modal usaha, maka dana zakat tadi hendaknya diberikan dahulu kepada fakir miskin atau golongan lainnya. Lalu setelah itu mereka diberi arahan dan pemahaman untuk mau menanamkan modal dalam unit usaha yang berupa toko. Sehingga dengan begitu mereka juga memiliki saham dan bila mendapatkan keuntungan mereka juga akan mendapat bagian sesuai dengan saham masing-masing.

Ketiga, cara pembagian keuntungan adalah sbb:
- hutang jatuh tempo dikembalikan terlebih dahulu.
- para pemilik saham berhak untuk mendapat bagian dari keuntungan.
- keuntungan bersih (sisanya) bisa dipergunakan baik keseluruhan maupun sebagiannya untuk santunan.

Wallahu a'lam
Wassalamu alaikum wr.wb. 

Sumber : syariahonline.com
Baca Selengkapnya »»  

Wednesday, July 9, 2014

Tata Cara Wudhu Yang Benar

Assalammualaikum...

      Sebagai umat Islam yang taat tentunya setiap waktu kita melakukan shalat, sebelum shalat maka terlebih dahulu kita akan berwudhu, seperti yang telah diperintahkan Allah dalam surat Al Maidah ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ 
بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ وَإِن كُنتُمْ جُنُباً فَاطَّهَّرُواْ وَإِن كُنتُم مَّرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاء أَحَدٌ مَّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لاَمَسْتُمُ النِّسَاء فَلَمْ تَجِدُواْ مَاء فَتَيَمَّمُواْ صَعِيداً طَيِّباً فَامْسَحُواْ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ مَا يُرِيدُ اللّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَـكِن يُرِيدُ لِيُطَهَّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni'mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur". (QS Al-Maidah: 6)
jika tidak berwudhu maka shalat tidak sah, begitu juga dengan berwudhu tapi cara berwudhunya salah maka mengakibatkan shalat menjadi tidak sah juga. Oleh karena itu penting sekali bagi kita untuk memahami bagaimana Tata Cara Berwudhu Yang Benar.


Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan tentang kedudukan dan cara bersuci. Bersuci atau disebut juga thaharah untuk melaksanakan shalat, secara garis besarnya, terdiri dari dua; yakni wudhu dan mandi. Sedangkan tayammum merupakan cara bersuci yang bersifat rukhshah (keringanan) dari Allah SWT tatkala seseorang tidak memungkinkan untuk berwudhu atau mandi. Dan disini saya hanya akan membahas tentang wudhu, sebelum wudhu hendaknya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

1. Islam
2. Berakal
3. Niat
4. Menggunakan air yang suci lagi mensucikan
5. Menghilangkan apa yang menghalangi sampai ke kulit, seperti kutek, cat dan lain-lain

Rukun Wudhu:
  1. Niat
  2. Membasuh seluruh muka, mulai dari tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan hingga telinga kiri.
  3. Membasuh kedua tangan sampai siku-siku
  4. Mengusap sebagian rambut kepala
  5. Membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki
  6. Tertib (berturut-turut, artinya mendahulukan mana yang harus didahulukan dan mengakhiri mana yang harus terakhir.


Yang Membatalkan Wudhu:
  1. Keluar sesuatu dari kubul dan dubur, misalnya buang air kecil maupu besar atau keluar angin dsb
  2. Hilang akal karena gila, pingsan, mabuk, dan tidur nyenyak
  3. Tersentuh kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya dengan tidak memakai tutup
  4. Tersentuh kemaluan (kubul atau dubur) dengan tapak tangan atau jari-jarinya yang tidak memakai tutup (walaupun kemaluannya sendiri)

Cara Berwudhu:
  1. Membaca Basmallah
  2. Mencuci kedua belah tangan sampai pergelangan tangan bersih
  3. Berkumur-kumur 3 kali, sambil membersihkan gigi
  4. Membasuh lubang hidung 3 kali
  5. Membasuh muka 3 kali. mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala hingga wajah dagu, dan dari telinga kanan ke kiri sambil membaca niat wudhu.
نَوَيْتُ الْوُضُوْءَلِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِفَرْضًالِلّٰهِ تَعَالٰى
Artinya;
"Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadast fardhu karena Allah".

   6. Membersihkan kedua belah tangan hingga siku-siku 3 kali sampai benar-benar rata, dan        tidak lupa menyilang-nyilangkan jari-jari tangan sampai bersih.
   7. Menyapu sebagian rambut kepala sampai 3 kali
   8. Membasuh kedua belah telinga 3 kali
   9. Membasuh kedua telapak kaki 3 kali sampai mata kaki
  10. Akhiri dengan membaca doa sesudah wudhu ,
أَشْهَدُ اَنْ لاَإِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَوَجْعَلْنَيْ مِن عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
Artinya:
"Aku bersaksi, tiada Tuhan melainkan Allah yang tunggal dan tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi, bahwa Nabi Muhammad SAW, adalah utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli taubat dan jadikanlah aku orang yang suci, dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang shaleh".

Perlu diingat..!
  1. Dalam melaksanakan tata cara diatas, wajib dikerjakan dengan berturut-turut, artinya yang harus di dahulukan dan mana yang harus akhir diakhirkan.
  2. Di sunahkan berdoa mengarah kiblat
  3. Di sunahkan saat berdoa kedua tangan diangkat
  4. Di sunahkan wajah diangkat dengan posisi memandang ke atas.


Itulah dia bagaimana berwudhu dengan cara yang benar. Dalam kehidupan sehari-hari banyak saya jumpai orang yang berwudhu sering lupa membaca niat ketika hendak membasuh muka. Semoga artikel tersebut bermanfaat bagi kita semua.


Wassalam...
Baca Selengkapnya »»  

Tuesday, July 8, 2014

Shalat dengan Memejamkan Mata

Ustadz...mau tanya: Apakah diperbolehkan sholat sambil mata terpejam?? Karena kadang dengan terpejam bisa lebih khusuk...kalau boleh dalilnya apa ??
Assalamu alaikum wr.wb.
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbih ajmain. Amma ba'du:

Terkait dengan pertanyaan Anda di atas, Sayyid Sabiq rahimahullah berkata bahwa memejamkan mata menurut sebagian ulama adalah makruh, sementara menurut sebagian ulama yang lain boleh. Yang jelas hadits tentang kemakruhannya tidak sahih.

Dalam hal ini Ibnul Qayyim berpendapat, "Jika membuka mata tidak mengganggu kekhusuan maka hal itu lebih baik. Namun jika membuka mata bisa mengurangi kekhusuan, maka tidak makruh memejamkan mata di saat shalat. Bahkan pendapat yang mengatakan bahwa menutup mata dalam kondisi seperti itu adalah dianjurkan, lebih dekat kepada prinsip dan tujuan syariat dari pada pendapat yang memakruhkan."

Jadi kesimpulannya, menutup mata saat shalat tidak dilarang selama ditujukan untuk menjaga kekhusuan. Namun jika dengan membuka mata kekhusuan tetap bisa dijaga, maka hal itu tentu lebih baik karena sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw.  

Wallahu a'lam
Wassalamu alaikum wr.wb.

Sumber : syariahonline.com 
Baca Selengkapnya »»